Berita Yogyakarta – Remaja hilang Parangtritis menggegerkan kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seorang remaja berusia 16 tahun dilaporkan terseret arus saat belajar surfing di Pantai Parangtritis. Peristiwa ini terjadi saat korban berlatih bersama sejumlah rekannya di area yang dikenal memiliki ombak besar dan arus kuat.

Saksi mata menyebut korban sempat berusaha mengendalikan papan selancar sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan. Arus laut yang cukup deras langsung menyeret korban ke tengah, sehingga ia tidak sempat menyelamatkan diri. Rekan-rekan korban segera meminta bantuan kepada petugas dan warga sekitar.
Baca Juga : Proses Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Berapa Lama
Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut. Petugas menyisir lokasi awal korban terseret dan memperluas area pencarian ke sepanjang garis pantai. Mereka menggunakan perahu karet, alat komunikasi, serta pengamatan darat untuk mempercepat proses pencarian.
Koordinator tim SAR menjelaskan bahwa kondisi gelombang dan arus di Pantai Parangtritis cukup menantang. Tim tetap mengoptimalkan pencarian dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel. Mereka juga berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk membantu memantau kemungkinan keberadaan korban di laut.
Remaja hilang Parangtritis ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan agar selalu waspada saat beraktivitas di pantai selatan. Ombak tinggi dan arus balik di kawasan ini seringkali membahayakan, terutama bagi pemula yang belum berpengalaman.
Hingga saat ini, tim SAR terus melanjutkan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk relawan dan masyarakat sekitar, terus mengalir untuk membantu proses evakuasi.