Mortir Peninggalan Perang Ditemukan di Sleman: Proses Disposal Gagal 4 Kali, Warga Dievakuasi
Yogyakarta- Sebuah mortir aktif berukuran besar dengan panjang lebih dari 1 meter dan berat sekitar 400 kilogram ditemukan warga di Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Benda yang diduga peninggalan masa perjuangan kemerdekaan ini sempat gagal diledakkan dalam empat kali percobaan disposal oleh tim Jibom Gegana Polda DIY. Proses pemusnahan akhirnya ditunda hingga setelah upaya tidak membuahkan hasil.

Baca Juga : Sultan HB X usul YIA Menjadi Transit Penerbangan Australia
Lokasi Disposal Diperketat, Radius Aman 1 Km
Proses disposal dilakukan di kawasan Padukuhan Besalen, Glagaharjo, di sebuah bukit dengan kedalaman lubang ledak mencapai 30 meter. Namun, hingga empat kali percobaan, mortir tersebut belum juga meledak.
“Kami sudah mencoba dengan kekuatan tertentu, tetapi belum berhasil. Karena hari sudah gelap, proses kami tunda dan akan dilanjutkan besok dengan penambahan daya ledak,” jelas Kapolresta Sleman, Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo, di Kantor Kalurahan Glagaharjo.
Dia mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer selama proses disposal berlangsung. “Mohon masyarakat tetap waspada dan menghindari area sekitar demi keamanan bersama,” tegasnya.
21 Keluarga Dievakuasi, Pemerintah Siapkan Tempat Pengungsian
Sebelum upaya disposal, sebanyak 21 kepala keluarga (KK) dari Glagaharjo dan Wukirsari dievakuasi sebagai langkah antisipasi. Mereka sempat mengungsi di Kantor Kalurahan Glagaharjo sebelum diperbolehkan pulang pada Senin petang.
“Jika ada warga yang masih khawatir, pemerintah telah menyiapkan tempat pengungsian dan dapur umum,” kata Edy. Dua lokasi pengungsian disediakan di barak dan aula kalurahan, dengan dukungan logistik dari Dinas Sosial.
Mortir Ditemukan Saat Penggalian Tanah
Mortir ini awalnya ditemukan oleh warga saat menggali tanah di halaman rumah. Cangkul yang digunakan tiba-tiba membentur benda keras, dan setelah diperiksa, ternyata merupakan sebuah mortir berukuran besar.
“Warga langsung melaporkan temuan ini ke Polsek Ngemplak. Tim Gegana DIY kemudian datang untuk memverifikasi dan mengamankan lokasi,” ujar AKP Salamun, Kasi Humas Polresta Sleman.
Lokasi Masih Diawasi Ketat
Saat ini, area sekitar lokasi disposal telah dipasangi police line dan dijaga ketat oleh petugas. Warga diimbau untuk tidak mendekat hingga proses pemusnahan selesai.
“Tim masih terus memantau situasi. Kami berharap besok disposal bisa berhasil dengan penambahan kekuatan ledak,” pungkas Edy.
Temuan mortir semacam ini bukan kali pertama terjadi di DIY, mengingat daerah ini pernah menjadi medan pertempuran selama masa revolusi.

![210324.519-kementerian-pu-prioritaskan-pemulihan-konektivitas-aceh-pascabencana-akses-jalan-jembatan-dipercepat-1[1] Pemerintah Akan Kirim](http://mediasheet.net/wp-content/uploads/2025/12/210324.519-kementerian-pu-prioritaskan-pemulihan-konektivitas-aceh-pascabencana-akses-jalan-jembatan-dipercepat-11-148x111.jpg)
![693fb3688296b[1] Kaesang Datangi](http://mediasheet.net/wp-content/uploads/2025/12/693fb3688296b1-148x111.jpg)
![IMG-20251214-WA0086-700x400[1] Pascabanjir Kebakaran](http://mediasheet.net/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA0086-700x4001-1-148x111.jpg)
![1000294534-571326414[1]](http://mediasheet.net/wp-content/uploads/2025/12/1000294534-5713264141-148x111.webp)
![img-20251212-wa0120[1]](http://mediasheet.net/wp-content/uploads/2025/12/img-20251212-wa01201-148x111.jpg)